Tidak semua orang gemar menonton acara
olahraga, dan hal ini tentu harus dihargai. Bagaimanapun juga, selera orang
tidak dapat dipaksakan, bukan? Namun jika Anda sering menonton liga sepakbola
karena menemani pasangan, misalnya, sebaiknya jangan merasa terpaksa
melakukannya. Sebab, menjadi penonton acara olahraga ternyata mempunyai banyak
manfaat.
"Saling terikat karena olahraga, baik
menang atau kalah, akan menguatkan ikatan, membantu kita merasa didukung, dan
membuat kita lebih mudah terbuka mengenai hal-hal pribadi," ujar Renee
Clauselle, PsyD, pemilik klinik psikologi pribadi di Long Island, NY.
Ketika Anda dan teman-teman menjagokan
tim yang sama, hal ini akan menciptakan rasa kekeluargaan, tambah Daniel Wann,
PhD, profesor dari Murray State University yang memelajari psikologi penggemar
olahraga selama lebih dari 20 tahun. Ketika Anda bertemu dengan orang lain yang
sama-sama menjagokan tim lokal, misalnya, "Anda akan segera membangun
koneksi dengan orang lain di sekitar Anda," katanya.
Apa manfaat lain dari menonton acara olahraga?
1. Jadi termotivasi untuk bergerak
Melihat betapa kencang kaki petenis Maria
Sharapova, atau betapa ramping perut perenang Dara Torres, pasti akan mendorong
Anda untuk ikut memilikinya. Anda bahkan tidak perlu berlatih dengan standar
seorang atlet. Keberhasilan seorang teman lari mengelilingi Stadion Utama
Senayan lima kali (padahal semula satu kali keliling saja sudah ngos-ngosan!)
tentu juga akan memacu Anda untuk melakukan pencapaian yang sama.
"Anda mungkin akan melihat mereka
berjalan, tertawa-tawa, bersenang-senang, lalu berpikir, 'Kalau mereka bisa,
aku pasti juga bisa'," kata Dr Wann. "Semakin Anda terkoneksi dengan
olahraga (melalui atlet atau olahraganya sendiri), semakin mampu memengaruhi
Anda untuk ikut bergerak."
2. Nonton pertandingan itu sama dengan olahraga
Menurut penelitian, hanya dengan duduk menonton
pertandingan olahraga, perempuan dengan berat badan rata-rata 70 kg bisa
membakar lebih dari 100 kalori. Padahal, saat Anda menonton langsung
pertandingan sepakbola di stadion, atau nonton bulutangkis di lapangan, tentu
Anda tidak akan cuma duduk. Anda akan duduk, berdiri, melonjak-lonjak,
berteriak-teriak, sambil mengacung-acungkan tangan untuk memberi semangat. Efek
yang sama juga akan Anda dapatkan ketika Anda menontonnya melalui televisi
bersama teman-teman di kafe. Tak dapat tempat duduk? Nggak masalah! Dengan
berdiri sepanjang pertandingan, Anda bisa membakar 150 kalori! Butuh cemilan?
Kudap saja kacang.
3. Anda lebih panjang umur
Anda kurang suka nonton pertandingan secara
langsung, dan memilih untuk menonton melalui televisi. Boleh, tapi usahakan
untuk mengajak teman-teman. Bila mungkin, adakan acara nonton bareng di rumah
secara rutin. Sebab menjaga jejaring sosial yang kuat, khususnya dengan
teman-teman yang sehat, akan meningkatkan peluang hidup lebih lama hingga 50
persen. Anda juga akan melipatgandakan peluang untuk mengalahkan penyakit
kanker, mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, dan mencegah flu, demikian
menurut penelitian dari Brigham Young University study.
"Pertemanan yang sportif dapat membantu
Anda mengatasi stres, sehingga kemungkinan mengalami pengaruh fisik dan
emosional yang negatif akan berkurang," kata
Julianne Holt-Lunstad, PhD, profesor psikologi
yang memimpin studi ini.
4. Baik untuk hubungan Anda
Pria paling senang jika Anda menemani nonton
pertandingan olahraga, meskipun Anda sebenarnya tidak begitu menikmatinya.
Namun, ketika Anda membiasakan untuk nonton, lama-kelamaan Anda akan mengerti
permainannya, dan akhirnya jadi menyukainya. Jika tim kesayangannya menang, si
dia akan melepaskan hormon testosteron yang mendongkrak libidonya, dan perasaan
senang ini akan terbawa di tempat tidur. Tidak heran, menonton acara olahraga
akhirnya menjadi sarana quality time bagi pasangan. Riset juga
menunjukkan, berbagi minat yang sama bisa mendongkrak keharmonisan rumah tangga.
Perkawinan yang saling mendukung baik untuk kesehatan jantung, dan membantu
Anda hidup lebih lama.
5. Bikin Anda lebih cerdas
Nonton pertandingan olahraga bisa meningkatkan
kemampuan berkomunikasi dan membantu Anda tetap terorganisasi. Peneliti dari
Univesity of Chicago dalam studinya pada tahun 2008 mengungkapkan bahwa
menonton pertandingan akan menjadi latihan bagi otak. Dalam eksperimennya, 12
pemain hockey tingkat kampus, delapan penggemar hockey, dan sembilan orang yang
tidak pernah menonton atau memainkan olahraga hockey, diminta mendengarkan
siaran pertandingan hockey, sementara sebuah mesin merekam fungsi otak mereka.
Setelah itu, mereka diberi tes untuk menganalisa pemahaman mereka.
Eksperimen tersebut menyimpulkan, atlet dan
penggemar olahraga tersebut tidak hanya dapat memahami permainan lebih baik,
tetapi juga mengalami aktivitas otak di area motorik yang berhubungan dengan
perencanaan, pengawasan, dan penampilan. Hal ini menunjukkan bahwa penonton
olahraga dapat membantu Anda menyerap dan mencerna informasi sebaik jika Anda
juga memainkan olahraga tersebut.
Sumber : (Felicitas Harmandini | Dini | Rabu,
15 Februari 2012 | 10:04 WIB "KOMPAS.com")
Tidak ada komentar:
Posting Komentar